Mengapa Menguap Bisa “Menular”? Apa yang Terjadi di Otak Kita?
Baru saja melihat orang lain menguap lalu Anda ikut menguap? Itu bukan sekadar kebetulan. Namun penjelasannya lebih menarik—dan lebih rumit—daripada “karena empati”.
Apa itu contagious yawning?
Menguap spontan berbeda dari menguap menular. Menguap menular terjadi ketika melihat atau mendengar orang lain menguap memicu dorongan otomatis untuk melakukan hal yang sama. Fenomena ini terdokumentasi pada manusia dan beberapa hewan sosial.
Apa yang terjadi di otak?
Studi pencitraan otak menemukan keterlibatan wilayah yang memproses isyarat sosial dan program motorik otomatis ketika orang melihat orang lain menguap. Namun tidak ada satu “pusat menguap menular” tunggal yang menjelaskan semuanya.
Apakah karena empati?
Hubungan dengan empati menarik tetapi belum boleh dianggap sebagai fakta sederhana. Beberapa studi menemukan hubungan antara kedekatan sosial atau ukuran empati dengan kecenderungan menguap menular, tetapi tinjauan ilmiah juga menilai bukti keseluruhannya masih tidak konsisten. Jadi, “menguap menular = empati tinggi” terlalu sederhana.
Takeaway
Menguap menular adalah contoh menarik bagaimana melihat perilaku orang lain dapat memicu respons otomatis pada tubuh kita. Hubungannya dengan empati masih merupakan area riset, bukan tes kepribadian.
Referensi
- Massen, J. J. M., & Gallup, A. C. (2017). Why contagious yawning does not (yet) equate to empathy. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 80, 573–585. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2017.07.006
- Schürmann, M., Hesse, M. D., Stephan, K. E., Saarela, M., Zilles, K., Hari, R., & Fink, G. R. (2005). Yearning to yawn: The neural basis of contagious yawning. NeuroImage, 24(4), 1260–1264. https://doi.org/10.1016/j.neuroimage.2004.10.022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar